RSS

Liputan Diskusi DivAs – Mitos-mitos Seksualitas

Mitos-mitos seksualitas menjadi topik diskusi DivAs di GAYa NUSANTARA, pada 24 April 2012, pukul 19.00 – 21.00 wib. Diikuti 11 peserta dari GAYa NUSANTARA, Unair, dan Jombang Care Center (JCC). Igo bertindak sebagai fasilitator dan Cindy sebagai notulis.

Igo mengarahkan diskusi dengan membagi peserta 2 kelompok. Kelompok Chibi: Antok, Wulan, Cindy, dan Edyth. Kelompok GJ: Andreas, Tiwi, Indie, dan Evi. Masing-masing kelompok menuliskan mitos-mitos seksualitas di lembaran kertas. Lalu kelompok lain menanggapi sebagai mitos atau fakta, lengkap keterangannya. Setelah semua tercatat, masing-masing kelompok presentasi di hadapan semua peserta. Contoh: kelompok GJ menulis “Keperawanan ditandai keluarnya darah pasca hubungan seks”. Kelompok Chibi menjawab mitos karena hymen (selaput dara) elastis dan bentuknya beragam. Olahraga, seperti berkuda, bisa merusak hymen. Jadi, tidak ada hubungan antara keperawanan dengan keluar darah pasca berhubungan seks.

Terjadi perdebatan perihal LGBT sebagai pilihan atau bukan. Andreas menilai seorang memilih sebagai gay. Antok menilai bukan, given. Mas Budi lantas menjabarkan: secara umum, manusia lahir ke dunia sebagai manusia berpenis atau bervagina. Lantas konstruksi sosial melekatkan yang berpenis bergender laki-laki (suka perempuan, maskulin, pakai celana, suara besar dll), yang bervagina bergender perempuan (suka laki-laki, feminin, pakai rok, lemah lembut dll). Dalam prosesnya, manusia berpijak pada hati nurani, bahwa laki-laki suka laki-laki (gay). Dari sanalah manusia menentukan identitas seksualnya. Apakah ini dinilai pilihan atau anugerah, tergantung interpretasi individu, tidak ada salah atau benar, sah-sah saja berbeda pendapat. Lebih lanjut, Igo memaparkan 4 hal yang mempengaruhi manusia: fisiologi, kromosom, hormon, dan psikologis. (Antok)

 
4 Comments

Posted by pada 10 Mei 2012 in Acara dan Kegiatan

 

Majalah GAYa NUSANTARA Tahun 07 No.01

Setelah vakum cukup lama akibat beberapa kendala, akhirnya mulai bulan April 2012 ini Majalah GN terbit kembali. Tentunya hal ini patutlah disyukuri, mengingat bukan sesuatu hal yang mudah untuk mempertahankan penerbitan khas komunitas LGBTIQ yang sudah dimulai sejak tahun 1987 ini. Kehadiran orang-orang muda dalam redaksi kami, sangat membantu sekali untuk eksistensi dari majalah ini. Kami sangat berharap untuk ke depannya agar Majalah GN ini tetap dapat terbit dengan rutin sebulan sekali mengunjungi kawan-kawan LGBTIQ semuanya.

Kalau diruntut dari awal mulai terbitnya Majalah GN (yang kala itu bernama Buku Seri GN) hingga sekarang ini, sudah beberapa kali kami ‘berganti wajah’, mulai dari bentuk, rubrik, jumlah halaman, maupun layout. Namun meski beberapa kali mengalami perubahan, fungsi dari Majalah GN tetaplah sama dari waktu ke waktu, yaitu sebagai media untuk komunikasi, informasi dan edukasi khusus untuk kawan-kawan LGBTIQ. Dan yang tak kalah pentingnya juga, Majalah GN juga merupakan wadah bagi kawan-kawan LGBTIQ bersuara, beropini, berpendapat melalui jalur tulisan, yang dapat digunakan sebagai salah satu media untuk penyadaran publik.

Selain itu Majalah GN juga berfungsi sebagai tempat untuk menyalurkan bakat dan ketrampilan kawan-kawan LGBTIQ dalam bidang tulis-menulis. Oleh sebab itu, kita membuka seluas-luasnya bagi kawan-kawan LGBTIQ untuk turut serta berpartisipasi dalam meramaikan isi dari Majalah GN. Kawan-kawan non LTBTIQ pun boleh juga berpartisipasi untuk mengirimkan tulisan seputar dunia LGBTIQ. Hasil karya kawan-kawan bebas bentuknya asalkan tidak mengandung unsur SARA, seperti artikel lepas, liputan kegiatan, resensi fi lm/buku, lifestyle, info tempat ngeber, kisah sejati dan sebagainya.

Akhir kata, kami tunggu partisipasi kawan-kawan semua di penerbitan Majalah GN edisi-edisi selanjutnya. Dan selamat menikmati Majalah GN edisi ini.

Silakan unduh di sini: http://www.mediafire.com/?ucjp614c3jb5be7

 
2 Comments

Posted by pada 24 April 2012 in Unduh Ebook Gratis

 

Liputan Konferensi Nasional Seksualitas, Gender, Hak dan Kesehatan Seksual serta Reproduksi (Forum Seksualitas Indonesia)

Sebagai tindak lanjut pelatihan Seksualitas, Gender, Hak dan Kesehatan Seksual serta Reproduksi atau akrab disebut Forum Seksualitas Indonesia (FSI) I dan II, tanggal 21 April 2012 digelar Konferensi Nasional di Hotel Harris, Jakarta Selatan. Dari total 38 peserta, disaring 20 peserta yang mempresentasikan hasil kerja pasca pelatihan.

Konferensi dibuka Khanis Suvianita pukul 08.30 wib. Dilanjutkan pengantar Laily Hanifah (Mitra INTI Foundation), opening speech David Hulse (Ford Foundation), dan keynote speech Prof Dr. Saparinah Sadli. Dilanjutkan acara inti: presentasi, diskusi, dan simpulan.

Panel I: Pemberdayaan Masyarakat dalam Seksualitas, Gender, Kesehatan dan Hak Seksual serta Reproduksi. Moderator: Ninuk Widyantoro. Pembahas: Zumrotin KS. Presentasi peserta sebagai berikut:

  1. Haiziah Gazali a.k.a Zicko (Gema Alam, Nusa Tenggara Barat)

Mengakomodir Semua Gender dalam Berugek Beleq sebagai Wadah Pendidikan Kritis Terkait Isu Gender, Kesehatan dan Hak Seksual serta Reproduksi.

  1. Desty Ariyani a.k.a Desti (Puskesmas Sindang Dataran, Bengkulu)

Diskusi tentang Kesehatan Reproduksi, Gender dan Seksualitas di kalangan ibu rumah tangga di desa Warung Pojok, kecamatan Sindang Dataran, kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

  1. Erwin Sanusi a.k.a Dokter Erwin (Puskesmas Kelurahan Menteng Dalam, Jakarta)

Pemberdayaan Kader Muda Kelurahan Mengenai Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi.

  1. Turisih Widyowati a.k.a Asih (Bayt Al-Hikmah Fahmina Institute, Cirebon)

Pesantren Kilat Kespro Holiday di Pondok Pesantren Assafiyah Bode Lor, Cirebon.

  1. Andika a.k.a Dika (Aliansi Remaja Independen Makassar, Sulawesi Selatan)

Peningkatan Mutu Anggota ARI Makassar Mengenai Seksualitas, Hak dan Kesehatan Reproduksi untuk Advokasi Pendidikan Seksualitas Komprehensif.

Panel II: Peran Pemerintah, Organisasi Berbasis Keimanan dan Media dalam Seksualitas, Gender, Kesehatan dan Hak Seksual serta Reproduksi. Moderator: Ahmad Zainul Hamdi. Pembahas: Lies Marcoes. Presentasi peserta sebagai berikut:

  1. Fita Rizki Utami a.k.a Fita (Aliansi Remaja Independen Nasional)

Memanfaatkan Media Sosial untuk Memberikan Informasi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (SRHR) untuk Anak Muda Indonesia.

  1. Imam Ahmad Amin a.k.a Imam (ALIFAH Cahaya Kesetaraan, Yogyakarta)

Pendidikan Seksualitas dan Gender Berbasis Agama.

  1. Masyithoh (Bayt Al-Hikmah, Cirebon)

Remaja Wajib Tahu Tentang Kespro dan Seksualitas (Kajian Kespro dan Seksualitas Remaja di Pesantren An-Nur, Bekasi)

  1. Nihayatul Wafiroh a.k.a Ninik (Rahima, Banyuwangi)

Membangun Kesadaran tentang SRHR di Pesantren.

  1. Kurniasari a.k.a Upi dan Eka (Komnas HAM, Jakarta)

Sosialisasi Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi.

Panel III: Keberagaman Seksual dan Gender. Moderator: Dede Oetomo. Pembahas: Gadis Arivia. Presentasi peserta sebagai berikut:

  1. Prasetyastuti Puspowardoyo a.k.a Prast (PLU Satu Hati, Yogyakarta)

Merintis Yogyakarta Like This Community: LBTIQ Sharing and Expression.

  1. Fahmi Shohibun Nurul Huda a.k.a Fahmi (Vesta, Yogyakarta)

Sosialisasi Informasi dan Diskusi Seputar Seksualitas dan Gender pada Komunitas LSL di Yogyakarta.

  1. Kusmiranto a.k.a Antok Serean (GAYa NUSANTARA, Surabaya)

Strategi Sosialisasi Keragaman Gender dan Seksualitas.

  1. Suleman Abu a.k.a Eman (Komunitas Sehati Makassar, Sulawesi Selatan)

Sosialisasi Seksualitas dan Gender di Kalangan Waria di Makassar.

  1. Lenny Senduk a.k.a Lenny (Klinik Pinaesaan Manado, Sulawesi Utara)

Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi Para Peer Educator GWL Kamarua.

Panel IV: Seksualitas dan SRHR Remaja. Moderator: Herna Lestari. Pembahas: Nur Hidayati Handayani. Presentasi peserta sebagai berikut:

  1. Annisa Nurrachmawati a.k.a Annisa (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur)

Diskusi Seksualitas Pesut Mahakam: Memahami Seksualitas untuk Melayani Lebih Baik.

  1. Goman Ferdian Gimon a.k.a Igo (Jombang Care Center, Jombang)

Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Gender, Seksualitas, Kesehatan serta Hak Seksual dan Reproduksi pada Remaja dengan Mudah dan Murah melalui Paket Pelatihan Sehari.

  1. Desintha Dwi Asriani a.k.a Sintha (Fisipol UGM, Yogyakarta)

Pola Negosiasi Pemuda Terhadap Hak Informasi dan Layanan Kesehatan Seksual.

  1. Nanda Dwinta Sari a.k.a Nanda (Yayasan Kesehatan Perempuan, Jakarta)

Pentingnya Pengetahuan dan Informasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja.

  1. Loveria Sekarrini a.k.a Love (Aliansi Remaja Indonesia Independen)

Sebuah Pembelajaran tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemahaman Remaja tentang SRHR.

Presentasi ditutup  Prof. Muhadjir Darwin, PhD mengenai Kebijakan SRHR di Indonesia dan Asia Pasifik, sekaligus pembahasan seluruh panel. Agenda terakhir adalah launching buku Kesproholic 4 Berani Menjadi Diri Sendiri: Panduan Anak Muda tentang Seksualitas, Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi, serta Relationship oleh Laily Hanifah. Konferensi selesai pukul 18.30 wib. (Antok Serean)

 

 

 

 
Leave a comment

Posted by pada 23 April 2012 in Acara dan Kegiatan

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.142 pengikut lainnya.