Launching Jurnal Gandrung: Menyingkap Tabu, Membebaskan Seksualitas Manusia

Jurnal Gandrung adalah sebuah jurnal kajian seksualitas kritis.  Dalam ancangan ini seksualitas dan gender dipandang sebagai beraneka ragam dan dikonstruksi secara sosial-budaya.  Seksualitas, yang dipahami sebagai bagian integral kepribadian setiap manusia, dikaji dari pinggir atau tepi untuk memahami pusat atau tengah yang ternyata berkemungkinan lain dari yang dipahami secara konvensional, apalagi normatif.  Seksualitas, termasuk kesehatan dan kesejahteraan serta hak seksual dan reproduksi, disadari terkonstruksi dalam interaksi antara individu dan struktur sosial seperti ekonomi, nasion dan negara, hukum dan HAM, media, budaya, sejarah, dan sistem kepercayaan, ideologi dan fundamentalisme.  Jurnal Gandrung diterbitkan oleh Yayasan GAYa NUSANTARA, dengan dukungan dari Hivos.

“Studi Seksualitas Kritis: Merayakan dan Membebaskan Seksualitas Manusia” menjadi topik bahasan dalam launching Jurnal Gandrung yang diadakan di The Library Café, Gramedia Expo, Jl. Basuki Rahmat 93-105, Surabaya, pada tanggal 02 Oktober 2010. Topik tersebut diambil sebagai penetrasi terhadap studi seksualitas kritis yang di Indonesia terbilang baru. Sebab segala hal terkait seksualitas dinilai tabu. Jurnal Gandrung hadir untuk menyingkap tabu, menawarkan perspektif baru, selanjutnya seksualitas bisa dibicarakan secara terbuka.

Yuni dari CMARS membuka acara pada pukul 19.30 wib. Selanjutnya diisi sambutan ketua GAYa NUSANTARA, Hendrikus da Costa. Disusul Soe Tjen Marching, selaku pemimpin redaksi, memberikan ulasan tentang latar-belakang terbitnya Jurnal Gandrung. Sebagai tanda peluncuran jurnal tersebut, beliau menyerahkan Jurnal Gandrung ke 10 tamu undangan. Ditambah penampilan slide yang menggambarkan isi jurnal, sekaligus penulis yang terlibat di dalamnya: Soe Tjen Marching (Editorial dan Ekspresi Seksualitas Dalam Buku Harian Tiga Perempuan), Siti Musdah Mulia (Islam dan Homoseksual: Membaca Ulang Pemahaman Islam), Tom Boellstorff (Antara Agama dan Hasrat: Muslim yang Gay di Indonesia), Ahmad Zainul Hamdi (Membongkar yang Disembunyikan: Homoseksualitas Dalam Islam), dan Ngerumpi: wawancara dengan Dede Oetomo.

Jeda acara coffee break sekitar 15 menit. Tamu undangan dipersilakan menikmati teh, kopi, black forest, dan kroket sosis keju. Selanjutnya, acara utama, yakni seminar dengan narasumber Prof. H. Muhadjir Darwin, Ph.D dari UGM, Yogyakarta, dengan moderator Dede Oetomo. Narasumber mengupas seksualitas dari beragam aspek, termasuk sosial, politik, agama, dan negara. Beliau menilai negara terlalu jauh mengintervensi warganya. Seksualitas dikontrol oleh perspektif dominan (heteronormatif). Alhasil, wacana seksualitas hanya bergerak di ruang dangkal pemikiran. Beliau mencontohkan kasus penyerbuan FPI di Goethe Institut, Jakarta, dalam QFest 2010 sebagai kegagalan negara memfasilitasi kebebasan seksualitas warganya.

Tamu undangan memanfaatkan sesi tanya-jawab dengan semangat. Disinggung beragam persoalan yang sedang hangat di masyarakat, seperti seksualitas di negara Islam, perilaku seksualitas narapidana, tes keperawanan dll. Acara selesai tepat pukul 22.00 wib. (Antok Serean)

Pemesanan Jurnal Gandrung:

Silakan menghubungi bagian pemasaran: sardjono.sigit@gmail.com. Harga Rp.35.000,- (belum termasuk ongkos kirim). Atau kunjungi website GAYa NUSANTARA: http://gayanusantara.or.id